Sejarah Gereja Ebenhaezer Oeba Kupang
Pertama-tama kami mengucap syukur kepada Tuhan
karena berkatNya kami dapat menyelesaikan tugas kami dan juga tak lupa kami
ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kami mendapatkan
informasi ini.
Pendahuluan
Kristen adalah salah satu agama yang disahkan
oleh hukum di Indonesia. Dalam meningkatkan
hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan mereka, orang Kristen memiliki
suatu tempat ibadah yang disebut gereja.
Kata “gereja”
atau “jemaat” dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo artinya “aku
memanggil atau memerintahkan”. Secara umum ekklesia diartikan sebagai
perkumpulan orang-orang.
Nah kali ini kita
akan membahas lebih dalam mengenai salah satu gereja GMIT tertua di Kota Kupang
yaitu, Gereja Ebenhaezer Oeba.
Sejarah Gereja Ebenhaezer Oeba
Gereja Ebenhaezer
Oeba ialah gereja yang terletak di Kota Kupang , tepatnya di Jl. Ahmad Yani no. 38 Kupang. Gereja ini
terbentuk pada tahun 1923 dan telah mengalami tiga kali renovasi, karena
dibutuhkan suatu gedung kebaktian dengan
fasilitas yang memadai sebagai sarana ibadah maupun sebagai sarana pembinaan. Pembangunan
Gereja ini memperhatikan arsitektur tradisionil. Pada umumnya bangunan di NTT
berbentuk bulat dan persegi panjang, maka dituangkanlah dam bentuk setengah
lingkaran dan juga persegi panjang. Luas bangunan ini 1460 m² guna dapat
menampung jemaat sebanyak 1600 orang untuk setiap kali kebaktian. Panitia telah
bekerja hingga saat ini dan mendapat bantuan positif dari seluruh warga jemaat
Ebenhaezer Oeba dan berbagai pihak.
Ide dan pembuatan arsitektur gedung disiapkan oleh Pdt. J.J.P Therik STh
dan bapak M.E.W Frans. Dalam perancangan arsitektur ini sangat memperhatikan
aspek Theologis, Budaya, Arsitektur modern, klasik dan tradisional. Sedangkan
pelaksanaan pembangunan gedung Gereja Ebenhaezer Oeba dilaksanakan oleh sebuah
panitia yang diketuai oleh bapak J.N Manafe berdasarkan SK. Majelis jemaat
Ebenhaezer Oeba .
Waktu pelaksanaan :
1.
Peletakan
batu pertama pada tanggal 31 Oktober 1989
2.
Penyelesaian
pembangunan tahap I pada tahun 1991
3.
Pembangunan
tahap II dimulai awal tahun 1993 dan selesai November 1996
Setiap tahun
anggota jemaat gereja ini bertambah banyak. Karena banyaknya jemaat, maka
diupayakan berdirilah beberapa gereja antara lain ; pada tahun 1957 berdirilah
Gereja Pasir Panjang dengan jumlah jemaat 114 orang, tahun 1962 berdirilah
Gereja Kefas dengan jumlah jemaat 157 orang, tahun 1962 pula berdirilah Gereja
Anugerah yang lebih dikenal dengan nama Jemaat Motorpol dengan jumlah jemaat 50
orang. Pada tahun 1965 berdirilah Gereja Pniel Oebobo dengan jumlah jemaat 153
orang dan pada tahun 1970 berdirilah Gereja Kelapa Lima dengan jumlah jiwa 75
orang.
Pada awal kebaktian utama di jemaat Ebehaezer Oeba mulanya hanya sekali dan
ditingkatkan menjadi dua kali yaitu jam 07.00 pagi dan 09.00 pagi. Tahun 1980
kebaktian ditingkatkan menjadi tiga kali yakni jam 07.00, 09.00, 18.00 petang.
Jumlah jemaat sekarang ini terus berkembang dari 6000 jiwa hingga saat ini
10.000 jiwa, oleh karena itu diadakan pemugaran Gedung kebaktian.
Wilayah pelayanannya terdiriatas 32 wilayah,
unit pelayanan yang ada terdiri atas ; panti asuhan Kristen GMIT 221 Kupang
dengan jumlah 85 orang dan juga Taman Kanak-Kanak. Mempunyai paduan suara yaitu
Ekklesia, Maranatha, Immanuel dan Elim.
sekian informasi yang dapat kami bagikan, terima kasih. :)