Kamis, 07 Mei 2015

Gereja Ebenhaezer Oeba Kupang

Sejarah Gereja Ebenhaezer Oeba Kupang
 Pertama-tama kami mengucap syukur kepada Tuhan karena berkatNya kami dapat menyelesaikan tugas kami dan juga tak lupa kami ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kami mendapatkan informasi ini.
Pendahuluan
 Kristen adalah salah satu agama yang disahkan oleh hukum di Indonesia. Dalam meningkatkan  hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan mereka, orang Kristen memiliki suatu tempat ibadah yang disebut gereja.
Kata “gereja” atau “jemaat” dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo artinya “aku memanggil atau memerintahkan”. Secara umum ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. 
Nah kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai salah satu gereja GMIT tertua di Kota Kupang yaitu, Gereja Ebenhaezer Oeba.


Sejarah Gereja Ebenhaezer Oeba
Gereja Ebenhaezer Oeba ialah gereja yang terletak di Kota Kupang , tepatnya di Jl. Ahmad Yani no. 38 Kupang. Gereja ini terbentuk pada tahun 1923 dan telah mengalami tiga kali renovasi, karena dibutuhkan suatu gedung  kebaktian dengan fasilitas yang memadai sebagai sarana ibadah maupun sebagai sarana pembinaan. Pembangunan Gereja ini memperhatikan arsitektur tradisionil. Pada umumnya bangunan di NTT berbentuk bulat dan persegi panjang, maka dituangkanlah dam bentuk setengah lingkaran dan juga persegi panjang. Luas bangunan ini 1460 m² guna dapat menampung jemaat sebanyak 1600 orang untuk setiap kali kebaktian. Panitia telah bekerja hingga saat ini dan mendapat bantuan positif dari seluruh warga jemaat Ebenhaezer Oeba dan berbagai pihak.
Ide dan pembuatan arsitektur gedung disiapkan oleh Pdt. J.J.P Therik STh dan bapak M.E.W Frans. Dalam perancangan arsitektur ini sangat memperhatikan aspek Theologis, Budaya, Arsitektur modern, klasik dan tradisional. Sedangkan pelaksanaan pembangunan gedung Gereja Ebenhaezer Oeba dilaksanakan oleh sebuah panitia yang diketuai oleh bapak J.N Manafe berdasarkan SK. Majelis jemaat Ebenhaezer Oeba .
 Waktu pelaksanaan :
1.       Peletakan batu pertama pada tanggal 31 Oktober 1989
2.       Penyelesaian pembangunan tahap I pada tahun 1991
3.       Pembangunan tahap II dimulai awal tahun 1993 dan selesai November 1996
Setiap tahun anggota jemaat gereja ini bertambah banyak. Karena banyaknya jemaat, maka diupayakan berdirilah beberapa gereja antara lain ; pada tahun 1957 berdirilah Gereja Pasir Panjang dengan jumlah jemaat 114 orang, tahun 1962 berdirilah Gereja Kefas dengan jumlah jemaat 157 orang, tahun 1962 pula berdirilah Gereja Anugerah yang lebih dikenal dengan nama Jemaat Motorpol dengan jumlah jemaat 50 orang. Pada tahun 1965 berdirilah Gereja Pniel Oebobo dengan jumlah jemaat 153 orang dan pada tahun 1970 berdirilah Gereja Kelapa Lima dengan jumlah jiwa 75 orang.
Pada awal kebaktian utama di jemaat Ebehaezer Oeba mulanya hanya sekali dan ditingkatkan menjadi dua kali yaitu jam 07.00 pagi dan 09.00 pagi. Tahun 1980 kebaktian ditingkatkan menjadi tiga kali yakni jam 07.00, 09.00, 18.00 petang. Jumlah jemaat sekarang ini terus berkembang dari 6000 jiwa hingga saat ini 10.000 jiwa, oleh karena itu diadakan pemugaran Gedung kebaktian.

Wilayah pelayanannya  terdiriatas 32 wilayah, unit pelayanan yang ada terdiri atas ; panti asuhan Kristen GMIT 221 Kupang dengan jumlah 85 orang dan juga Taman Kanak-Kanak. Mempunyai paduan suara yaitu Ekklesia, Maranatha, Immanuel dan Elim.
sekian informasi yang dapat kami bagikan, terima kasih. :)